Jenis-Jenis Inovasi

Saya banyak mendapat pertanyaan seputar inovasi. Kebanyakan berpikir melakukan inovasi merupakan sesuatu yang sulit. Ternyata, yang selama ini dipikirkan mengenai inovasi adalah sesuatu seperti yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg, Nadiem Makarim dan Bill Gates yang membuat Microsoft. Mereka semua memang jenius, namun inovasi bukan hanya milik mereka. Inovasi adalah milik semua orang.

Berdasarkan framework yang saya pelajari di Harvard Business School, inovasi adalah melakukan sesuatu hal dengan cara-cara yeng berbeda atau baru sehingga ada improvement di hasilnya.  Inovasi sendiri ada 3 jenis :

1. Sustain Innovation

Sustain innovation adalah suatu inovasi yang dilakukan dengan melakukan improvisasi prosesnya. Sehingga hasil atau output yang dihasilkan memberikan performa yang meningkat. Sehingga bisa dijual lebih banyak atau dijual dengan harga lebih. Sehingga perusahaan mendapat keuntungan lebih. Strategi ini biasanya dilakukan oleh perusahaan incumbent atau market leader. Misalnya perusahaan telekomunikasi yang membuat jaringan 2G menjadi 4G, sehingga pengguna dan pemasukan bertambah.

2. Low-End Distruptive

Yang kedua adalah Low-End Disruptive. Suatu inovasi yang dilakukan suatu perusahaan ataupun orang dengan cara mengotak-atik finansial dan proses agar lebih efisien, dan diharapkan bisa memberikan diskon atau harga yang lebih baik, sehingga bisa merebut market share. Strategi ini biasanya dilakukan oleh kompetitor yang ingin merebut market share dari pemimpin pasar. Misalnya provider 3 yang menjual paket data 10 GB seharga Rp 50 ribu dibanding Telkomsel yang menjual Rp 100 ribu.

3. New Market Disruption

Yang ketiga adalah New Market Disruptive. Ini yang sebenarnya susah. Barangnya berbeda dan cara mencari untungnya juga berbeda. Ini yang luar biasa dan dilakukan oleh Mark Zuckerberg, Bill Gates dan Nadiem Makarim.

Contohnya adalah aplikasi Instant Messaging. Pengguna voice dan SMS berpindah semua menggunakan Instant Messaging karena lebih cepat dan lebih murah.

Sebenarnya semua orang bisa berinovasi. Saya ambil contoh dalam kehidupan sehari-hari. Saya mau sholat Jumat dan mau mendengarkan ceramah dengan cepat. Saya biasanya jalan kaki dan membutuhkan waktu 10 menit. Akhirnya saya suka terlambat datangnya. Saya akhirnya improve dengan naik sepeda, dan hanya butuh waktu 5 menit. Disini saya sudah melakukan inovasi berupa sustain innovation kalau dalam teori dari Harvard Business School, karena saya bisa sampai lebih cepat.

Jadi, orang biasa pun bisa berinovasi, tidak susah juga untuk melakukan inovasi. Semoga apa yang saya share bisa bermanfaat dan bisa menjadi pemahaman lebih jauh seputar inovasi.  Nantikan lagi video saya selanjutnya. Saya akan membongkar lebih jauh lagi seperti apa proses melakukan inovasi yang bisa dilakukan semua orang. Salam inovasi!